Sudah Tahu Mitos Bersepeda Di Malam Hari ? Cek Selengkapnya Disini !

 

Bersepeda bukan hanya salah satu jenis olahraga yang seru dan banyak diminati, karena dapat dilakukan kapanpun diinginkan tidak terkecuali saat malam hari sekalipun. Sangat cocok dipilih bagi mereka yang memiliki jadwal padat di siang hari, sehingga tidak ada lagi alasan tidak memiliki waktu untuk berolahraga. Sayangnya terdengar beberapa mitos bersepeda di malam hari beredar luas di masyarakat, padahal belum tentu kebenarannya.

Beberapa Mitos Terkait Bersepeda Saat Malam Hari

  1. Mengganggu Pola Tidur

Tenangnya malam hari identik sebagai waktu terbaik untuk beristirahat , bukan melakukan aktifitas berat seperti berolahraga. Dari dasar pemikiran inilah, muncullah pandangan negatif masyarakat awam terkait bersepeda saat malam tiba. Menurut mereka, melakukan olahraga di malam hari dipercaya dapat mengganggu pola tidur normal. Dari hasil olahraga tersebut, badan akan merasa lebih segar dan enggan menutup mata seperti seharusnya.

Menurut informasi yang dilansir dari National Sleep Foundation, justru berolahraga ataupun melakukan aktifitas fisik lainnya secara rutin mampu meningkatkan kualitas tidur seseorang menjadi lebih baik. Bahkan para penderita insomnia sangat dianjurkan untuk bersepeda santai di malam hari, karena dipercaya dapat membuat tubuh lebih rileks setelahnya. Lalu bagaimana dengan berolahraga saat sore hari ?

Sedangkan olahraga yang dilakukan di sore hari menjelang malam justru memberikan efek stres. Kondisi ini terjadi akibat tubuh tidak memproduksi hormon dopamin dengan maksimal, yang merupakan hormon untuk meningkatkan rasa bahagia. Ketidakmampuan menghasilkan hormon kebahagiaan inilah, yang membuat anda merasa lebih tertekan setelah berolahraga di sore hari. Dengan begitu, mengganggu pola tidur termasuk mitos bersepeda di malam hari.

  1. Terkena Paru Paru Basah

Pernahkan anda mendengar seseorang mengatakan “hati hati terkena paru paru basah jika bersepeda terlalu malam ” ?. Benar, pernyataan ini salah satu contoh mitos yang hingga saat ini masih dipercaya masyarakat luas. Padahal definisi dari pneumonia sendiri, yaitu sebuah peradangan atau adanya infeksi yang terjadi di paru paru akibat virus, bakteri, maupun jamur. Hanya melihat definisinya saja, kita dapat menyimpulkan bahwa pernyataan ini termasuk mitos.

Seseorang yang terkena paru paru basah, kemungkinan telah menghirup udara yang kurang sehat atau mengandung bakteri dan virus secara tidak disengaja. Apabila bakteri dan virus berhasil masuk ke dalam paru paru, maka terjadilah pneumonia. Penyakit satu ini bisa menjangkiti siapa saja, dan ada beberapa faktor utama penyebabnya. Mulai dari kebiasaan merokok, sistem imun belum bekerja optimal, udara yang tercampur polusi, dan banyak lagi.

  1. Mempengaruhi Diet

Seakan belum cukup menebarkan mitos, kini bahkan ada pernyataan jika bersepeda di tengah dinginnya malam dapat mempengaruhi pola makan seseorang. Apabila pola makan saja terganggu, ditakutkan akan mempengaruhi diet yang sedang dijalani oleh orang tersebut. Tampaknya mitos bersepeda di malam hari satu ini harus segera dibasmi, sebab tidak pernah ada bukti nyata maupun secara ilmiah jika pernyataan tersebut benar adanya.

Padahal bersepeda dipercaya mampu mengurangi berat badan berlebih, karena lemak dan kalori yang menumpuk di dalam tubuh akan terbakar dalam jumlah besar. Bahkan jika dilakukan secara rutin, bersepeda membantu meningkatkan metabolisme tubuh. Secara tidak langsung, olahraga satu ini membantumu mensukseskan diet untuk menurunkan berat badan. Alhasil, berat badan ideal dan tubuh segar nan bugar akan didapatkan dalam sekali jalan.

Apabila bersepeda sendirian cukup berat dilakukan, tidak ada salahnya mengikuti komunitas pecinta sepeda untuk meningkatkan motivasi untuk diet. Selama menjadi anggota, anda pun dapat bertemu dengan orang orang baru yang kemungkinan menjadi teman sekaligus membuka jaringan pertemanan lebih luas. Alhasil, anda menjadi lebih bersemangat bersepeda bersama hingga rela buat jersey sepeda sebagai tanda anggota tetap.

  1. Faktor Penyebab Lemah Syahwat Pada Pria

Mitos bersepeda di malam hari yang tidak kalah membuat anda geleng geleng kepala, yaitu bersepeda dapat menyebabkan seorang pria mengalami lemah syahwat atau impotensi. Entah darimana mitos ini berawal, namun pernyataan ini cukup menggelitik perasaan. Termasuk mitos yang seringkali didengar, sehingga tidak banyak pula yang memilih untuk percaya setelah banyaknya masyarkat yang mempercayainya.

Rasa khawatir dan ketakutan terjadi, karena bersepeda memang seringkali membuat pangkal paha terasa sakit ataupun kesemutan. Sebenarnya kondisi tersebut dapat terjadi karena beberapa faktor seperti sadel yang kurang nyaman, kualitas sadel, hingga berapa lama anda telah bersepeda. Namun rasa kesemutan tersebut, bukan menjadi indikator yang menyebabkan lemah syahwat pada pria.

Hingga kini, masih belum ditemukan penelitian yang menyatakan jika penyebab lemah syahwat pada pria karena bersepeda saat malam hari. Justru menurut dari penelitian terbaru dari The Journal of Urology menyatakan jika bersepeda yang dilakukan dengan intensitas tinggi, bisa mendatangkan manfaat untuk fungsi ereksi lelaki. Dilihat dari penemuan terbaru tersebut, sudah bisa dipastikan jika pernyataan ini termasuk mitos bersepeda di malam hari.

  1. Angina atau Angin Duduk

Dari sekian banyaknya mitos yang berkembang, pernyataan yang mengatakan jika ada seseorang yang nekat berolahraga di malam hari akan terkena angina atau angin duduk cukup familiar didengar. Alhasil, banyak dari kita yang mengurungkan niat untuk bersepeda, setelah mendengar mitos yang bahkan belum diketahui kebenarannya ini. Bagaimana tidak takut, pasalnya angin duduk termasuk jenis penyakit mematikan yang banyak menelan jiwa.

Penyakit satu ini memang berbahaya, namun apakah anda mengetahui jika pernyataan tersebut benar adanya ? Untuk membuktikan kebenarannya, mari kita cermati kembali pernyataan tersebut. Angin duduk atau lebih dikenal angina adalah kondisi dimana otot pada jantung mengalami kekurangan pasokan darah, yang membuat dada terasa nyeri hebat. Dalam kondisi parah, jantung akan berhenti berdetak dan orang yang bersangkutan pun berpulang.

Perlu diingat kembali bahwa darah, adalah komponen dalam tubuh yang kaya akan oksigen. Ketika paru paru tidak mendapatkan asupan yang semestinya, wajar jika paru paru tidak bekerja optimal seperti biasanya. Dari sini sudah dapat disimpulkan jika terpapar angin malam saat berolahraga bukanlah penyebab seseorang meninggal. Setelah diingat kembali, apakah anda adalah salah satu korban mitos bersepeda di malam hari ?

Malam hari disebut waktu terbaik untuk mengistirahatan tubuh yang lelah setelah seharian bekerja. Namun ada pula yang memanfaatkan malam hari untuk berolahraga, agar tubuh tetap sehat dan bugar ketika menyapa sang mentari di keesokan harinya. Alhasil, muncullah beberapa mitos yang entah darimana asalnya mengatakan jika bersepeda saat malam hari tidak baik dilakukan. Menurut anda apakah itu sekedar mitos ataukah kenyataan ?

Leave a Comment