Istinja’ dan Tata Caranya yang Benar

Istinja’ berarti membersihkan diri dari segala kotoran yang keluar dari dubur manusia. Bab tersebut seringkali dikaitkan dengan thoharoh atau bersuci. Para ulama menjelaskan bahwa keutamaan istinja’ dilakukan menggunakan batu kemudian mengalirkan air pada dubur sebanyak tiga kali siraman. Namun, mayoritas pendapat mengatakan bahwa air lebih diutamakan dari pada batu. Islam termasuk agama yang sangat gencar memberlakukan aturan kebersihan.

Bahkan salah satu hadis menerangkan bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman. Sehingga iman (kepercayaan) kepada Allah tidak hanya mencakup sholat, zakat, puasa, dan haji. Namun, terdapat elemen lain yang membuat iman kepadaNya lebih tinggi. Kondisi tersebut semakin nyata saat disetiap permulaan kitab fiqih selalau diawali oleh bab tentang bersuci (thoharoh). Selain itu, Islam juga mengatur media membersihkan diri lewat air mutlak.

Dimana jenis air tersebut masuk sebagai kategori air terbaik untuk menyucikan diri. Sehingga sudah seharusnya sebagai sesama muslim saling mengingatkan. Sebab, kebersihan tidak hanya mendekatkan diri pada Tuhan. Melainkan bentuk konkrit untuk menjauhkan diri dari berbagai penyakit. Tidak perlu berpikir untuk melakukan hal besar. Mulai saja dengan menjaga kebersihan diri sendiri. Selanjutnya, rumah, hingga lingkungan sekitar.

Larangan Selama Melakukan Istinja’

Selain menganjurkan untuk selalu menjaga kebersihan. Agama Islam juga mengatur tata cara bersuci. Mulai dari wudhu, istinja’ sampai aturan air yang digunakan. Sekarang yang akan dibahas mengenai larangan selama melakukan buang hajat. Berikut penjelasan sederhananya:

  1. Tidak menghadap dan membelakangi qiblat.
  2. Buang hajat harus ditempat yang sudah tersedia.
  3. Hindari pembuang hajat ditempat yang sedikit air.
  4. Dilarang buang hajat di jalan dan tempat istirahat.
  5. Makruh menghadap matahari ataupun rembulan.
  6. Makruh buang hajat di sungai yang airnya tidak mengalir.
  7. Usahakan jangan berbicara saat buang hajat.

Aturan Dasar Melakukan Istinja’

Secara sederhana istinja’ bisa diartikan sebagai bersuci setelah buang hajat. Seperti yang sudah diterangkan sebelumnya bahwa istinja’ adalah bab yang masuk sebagai kategori thoharoh. Hal tersebut yang kemudian membuat Anda wajib menggunakan air mutlak. Dimana air ini suci dan menyucikan. Aturan mudah melakukan istinja’ cukup bersihkan dengan air mengalir.

Siraman yang dianjurkan sebanyak 3 kali. Ketika dirasa kurang Anda bisa menambahkan asal tidak berlebihan. Sebab, mubadzir air juga tidak diperbolehkan. Namun, mendapat lain mengatakan bahwa keutamaan istinja’ diawali dengan menggunakan batu. Tetapi bagi yang tidak terbiasa air lebih diutamakan.

Nah, bagi Anda yang ingin lebih dalam mempelajari tentang islam. Bisa langsung mampir menuju hasana.id. Disini Anda akan mendapat berbagai konten mengenai pendalaman Agama Islam. Bahkan bagi Anda yang rindu akan nuansa sholawat akan dijelas secara mendalam.

Leave a Comment