Cara Membacakan Puisi Pahlawan Supaya Bisa Menghipnotis Pendengar

Membacakan sebuah puisi yang penuh dengan penghayatan tentunya akan menjadikan para pendengarnya merasa terhipnotis dengan puisi yang Anda bacakan. Namun perlu disadari bahwa dalam membacakan sebuah puisi harus memperhatikan nada, aspek pelafalan, tekanan maupun intonasi. Untuk lafal tersebut bisa meliputi dari kejelasan pada saat mengungkapkan kata-kata dalam puisi.

Sementara nada tersebut meliputi cara dalam membawakan suasana yang terdapat dalam puisi. Misalnya seperti semangat, sedih, gembira maupun syahdu. Dalam proses membacakan puisi ini diperhatikan dengan baik supaya hasil yang didapatkan juga lebih memuaskan. Terlebih lagi pada saat Anda membacakan puisi pahlawan tentunya harus mengikuti setiap kalimat yang ada pada puisi sesuai dengan ekspresi yang tepat.

Cara Membacakan Puisi dengan Tema Pahlawan

 

Untuk proses pembacaan puisi yang bertema dengan pahlawan maka Anda harus memperhatikan dari setiap bait dan tata cara pembacaan yang tepat supaya para pendengarnya juga bisa merasakan apa yang terdapat pada puisi tersebut. Misalnya seperti rasa senang, rasa sedih ataupun marah yang terdapat di dalam puisi tersebut. Untuk lebih jelasnya lagi mengenai tata cara dalam membacakan puisi bertema pahlawan, Anda bisa mengikuti ulasan berikut:

  1. Menghayati setiap bait demi bait

Cara yang paling tepat untuk menghipnotis para pendengar pada saat Anda membacakan puisi yaitu dengan menghayati setiap bait demi bait yang Anda ucapkan dalam puisi. Sebelumnya Anda harus sudah berlatih dalam pembacaan puisi supaya setiap bait yang Anda baca bisa memberikan makna yang tersirat. Dengan begitu jangan asal membaca puisi biasa saja karena untuk setiap bait pada puisi pahlawan akan memiliki makna yang tersirat.

  1. Mimik wajah harus sesuai

Cara kedua yang harus diperhatikan yaitu bahwa mimik wajah dalam pembacaan puisi harus sesuai dengan isi teks yang ada di dalam puisi. Untuk itu Anda harus memperhatikan bagaimana mimik wajah yang tepat. Untuk mimik wajah maupun ekspresi harus berkaitan pada setiap kata yang diucapkan di dalam pembacaan puisi. Tujuannya yaitu supaya pembacaan puisi lebih bermakna dan mampu membuat para pendengarnya juga merasakan apa yang sedang Anda bacakan.

  1. Gunakan musik atau instrumen

Untuk mendukung pembacaan puisi supaya lebih menarik, terlebih lagi bertema pahlawan yang dipenuhi dengan semangat maka menambahkan musik maupun instrumen dalam pembacaan puisi menjadi solusi yang sangat tepat. Namun perlu diperhatikan bahwa untuk pemilihan musik maupun instrumen tersebut harus tepat, karena apabila musik atau instrumen tidak sesuai dengan tema puisi yang dibacakan tentu saja hal ini justru akan memberikan dampak yang buruk bagi si pembaca puisi.

  1. Intonasi harus jelas

Intonasi dalam pembacaan puisi harus jelas, karena hal ini menyangkut pada beberapa hal seperti penekanan, penekanan nada, penekanan tempo maupun penekanan dinamik. Untuk penekanan dinamik ini merupakan tekanan pada setiap kalimat penting yang menjadi bait puisi atau sari kalimat dalam puisi.

Untuk tekanan nada ini merupakan tekanan tinggi dan rendahnya dari puisi. Misalnya seperti perasaan gembira, gundah, amarah, girang, maupun suasana hati yang lainnya. Sementara untuk tekanan tempo yang dimaksud yaitu dari cepat maupun lambatnya pengucapan pada suku kalimat atau suku kata. Sebagai pembaca puisi harus memiliki intonasi yang jelas supaya pendengarnya pun juga tidak bingung dengan yang Anda bacakan setiap baitnya.

Larangan Saat Membaca Puisi di Hadapan Publik

Membaca puisi menjadi suatu ungkapan dari sebuah pemikiran melalui kata-kata puitis supaya memberikan pemahaman bagi para pendengarnya. Pada saat Anda puisi pahlawan di hadapan publik sebaiknya Anda memperhatikan beberapa hal yang menjadi larangan seperti berikut:

  1. Mengandung sara

Pembacaan puisi publik, terutama dengan tema pahlawan sangat tidak dianjurkan apabila mengandung sara. Puisi yang mengandung sara justru akan menuai kontroversi, sebab itulah sebaiknya membuat puisi hindari puisi yang memiliki kandungan sara, misalnya seperti menyangkut agama, suku, ras, budaya ataupun yang lainnya.

  1. Identitas kebangsaan

Anda harus sangat berhati-hati pada saat menuliskan sebuah puisi dengan identitas kebangsaan. Salah satunya yaitu mencantumkan kata Indonesia, bangsa maupun yang lainnya. Pastikan bahwa pembuatan puisi pada identitas kebangsaan tidak menimbulkan arti yang berbeda pada makna aslinya. Oleh karena itu Anda harus membuat identitas kebangsaan sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia.

  1. BukanĀ puisi orang lain

Sebaiknya Anda menghindari membacakan puisi milik dari orang lain, karena hal ini sama dengan Anda mencuri. Terkecuali apabila Anda juga mencantumkan penyair atau pembuat puisi tersebut pada teks puisi yang Anda bacakan. Namun sebaiknya apabila puisi tersebut dibacakan pada publik, sebaiknya hasil karya Anda sendiri. Dengan begitu pastikan bahwa puisi Anda tidak plagiat atau meniru puisi dari karya orang lain, karena hal ini justru akan mendapatkan kecaman dari berbagai pihak.

Tidak semua orang bisa membacakan puisi dengan penghayatan yang bagus dan mampu menghipnotis para pendengarnya. Membaca sebuah puisi dapat dikatakan susah-susah gampang, ada banyak peraturan yang harus dipenuhi dengan sebaik mungkin supaya proses pembacaan puisi dapat berjalan dengan baik. Sebab itulah beberapa informasi yang ada di atas perlu dipahami pada saat Anda ingin membacakan sebuah puisi. Ada banyak rekomendasi dan referensi puisi yang bisa Anda kunjungi melalui titikdua.net.

 

Leave a Comment